WC KETIGA

Excerpt
Jahitan membujur sepanjang rel kereta api sudah tidak berwarna merah. Tidak berbau dan tidak berbekas. Kulit penisku dikelupasnya. Sebuah sayatan membujur sepanjang penis dilakukan untuk mengambil bagian kulit penisku. Kulit itu akan dibentuk semacam pipa dan dinaikkan ke atas; ditarik ke dalam rongga pinggul dan berfungsi sebagai saluran sanggama perempuan. Liang vagina, istilahnya. Sedikit kulit pada ujung bola-bola di bawah penisku diambil untuk dijadikan klitoris. Kukira, dan ia juga bilang kalau itu sama nikmatnya dengan milik perempuan sesungguhnya. Aku hanya tersenyum. Bola-bola itu tak ada lagi. Hilang. Dibuang. Ia adalah seorang dokter yang cerdas, membawaku mewujudkan mimpi. Mimpi yang kuingat saat aku kencing berdiri memegang penis kanak-kanakku. Teman-teman sebelahku tertawa.
