Fragmen
1
Titik-titik gerimis tipis mulai jatuh ke tengah sawah. Hari mulai gelap tertutup awan biru donker. Aku bersandar di dekat jendela, melihat keluar. Bau tanah basah. Bau awal hujan. Sedikit angin yang menarikku untuk sedikit berbaring. Aku bisa memandang langit yang tak begitu biru, dan daun-daun pisang di luar sana, lewat rangka jendelaku. Indah. Sunyi. Gemericik airnya mulai ramai. Aku ingin berlari. Berlari menembus hujan, bertanya pada para bidadari, berapa lama hujan akan turun, dan apakah aku boleh ikut meluncur di atas pelangi.
2
Senja tak pecah di pantai, tidak juga di bibir jurang. Kuning telur yang makin jadi merah. Membulat merah muda, lembut berkabut seperti kapas. Sendu beranjak dari garis laut yang paling jauh. Masuk menebarkan ungu. Bilur yang belum selesai, sampai warnanya jadi hitam. Garis-garis langitnya mulai tak kelihatan.
3
Siang sebelum siang terakhir.
Apa lagi yang harus kucari sayang,
ketika nafas sudah merebut tubuh dari kata.
