Kota Angin

“Sesungguhnya, setiap karya seni punya kemampuan otokritik. Ia menyingkap dirinya. Ia seperti akan bicara bahwa ada kemungkinan, ada pula ketidakmungkinan dalam dirinya untuk dikembangkan. Kritik seni, dalam versi saya, bukanlah ungkapan adanya kekurangan, atau menimbang baik-buruk, atau menentukan kualitas karya. Kritik seni mengungkapkan sebuah kemungkinan lain dalam karya. Ia membantu karya bicara tentang dirinya: Ia (karya) ingin ke mana, di momen apa ia ingin melaju, di titik mana ia ingin berhenti, atau terpaksa berhenti.”
“Every work of art has a kind of self-criticism in itself. It reveals itself. It softly speak to us that there is a possibility, or impossibility in it to be developed. Art criticism, in my version, is not an expression of flaws, or weighing the pros and cons, or determining the quality of an artwork. Art criticism reveals another possibility in the artwork. It helps the work to talk about itself: Where it wants to go, at what point does it want to stop, or must stop itself.”
Stanlav writes two types of writing, fiction and nonfiction. Non fiction writing includes art criticism, essays, research papers. Fiction writing, on the other hand, such as poetry, novels, and some memoir like her personal contemplation of her life journey.
Other writings:



